Minggu, 21 Januari 2018
JAJAK PENDAPAT
Siapakah kader PDI Perjuangan yang pantas jadi bakal calon di Pilgub Jabar 2018?
   
Aang Hamid Suganda
Abdy Yuhana
Ono Surono ST
Rieke Diah Pitaloka
Sutrisno
TB Hasanudin
.:: Lihat Hasil ::.

BERITA TERBARU
Gaduh Luhut-Susi, Ono Surono: Menenggelamkan Kapal Itu Harus Ada
Last Update 12 Januari 2018
Ono Surono Gelar Pengobatan Gratis
Last Update 14 Agustus 2017
Ono Surono Ikuti Panen Perdana Budidaya Lele Bioflok di Pondok Pesantren
Last Update 27 Desember 2017
Poktan Penerima UPPO Diminta Fokus Produksi Pupuk Organik
Last Update 25 Desember 2017
Ono Surono Adakan Kunjungan Kerja di Pemdes Gadel
Last Update 21 Juni 2017
Soal Status, Para POPT & PPL Indramayu Gantungkan Nasib ke DPR
Last Update 29 Mei 2017
Ancaman Kekeringan, Komisi IV DPR Sidak Sungai Hingga ke Rentang
Last Update 29 Mei 2017
OS: Banyak Lahan Pertanian di Indramayu Belum Dikelola
Last Update 7 Mei 2017
Home » Pemikiran Politik » Detail
Demokrasi Politik dan Ekonomi Ala Bung Karno

Post By : Administrator
Last Update : 11 April 2013, 12:42

 

Dalam buku Dibawah Bendera Revolusi, Soekarno menerangkan mengenai demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Dalam pandangannya, demokrasi adalah pemerintahan rakyat, yaitu suatu cara pemerintahan ini memberikan hak kepada semua rakyat untuk ikut memerintah.
Sesuai dengan apa yang Soekarno lakukan bahwa Indonesia harus “berdikari”, yaitu berdiri di kaki sendiri, maka dengan cara pemerintahan ini sekarang menjadi cita-cita semua partai-partai nasionalis di Indonesia. Tetapi dalam mencita-citakan faham dan cara pemerintahan demokrasi itu, kaum marhaenis harus berhati-hati, artinya jangan meniru saja demokrasi-demokrasi yang kini dipraktekkan di dunia luar.
Di dalam tulisan ini, Soekarno mengkritik demokrasi yang diterapkan di barat yang sarat dengan tipu daya oleh kaum kapitalis dan borjuis dalam menindas kaum proletar. Dalam pada itu, demokrasi yang bersumber dari barat itu bukanlah sebuah demokrasi yang adil karena kaum proletar belum mendapatkan kesejahteraannya dengan baik.
Demokrasi seperti itu yang jangan ditiru menurut Soekarno, sebab demokrasi itu bukan demokrasi untuk kaum marhaen Indonesia, karena demokrasi yang seperti itu hanya demokrasi parlemen saja, yakni hanya demokrasi politik, bukan demokrasi ekonomi.
Sebenarnya pernyataan Soekarno telah dituangkan dalam tulisan sebelumnya mengenai demokrasi ini, yaitu demokrasi politik belum tentu mampu menyelamatkan rakyat, sebab di negeri barat dimana demokrasi politik dijalankan, kapitalisme merajalela dan kaum marhaen/proletar sengsara. Oleh sebab itu, kaum nasionalis Indonesia tidak boleh memakai konsep demokrasi yang seperti itu, yang harus dilakukan adalah mencari demokrasi yang dapat menyelamatkan semua manusia.
Dengan begitu, seharusnya nasionalisme yang harus dijalankan adalah nasionalisme dengan konsep dasar peri-kemanusiaan, yaitu suatu konsep dimana harus dijalankan sosio-demokrasi, yaitu suatu istilah yang timbul untuk mengabdi kepada kepentingan masyarakat banyak, khususnya di Indonesia, dan bukan mengabdi kepada sekelompok kecil saja.
Dalam pengertian lain, konsep dari sosio-demokrasi adalah menghidupkan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi dalam rangka mensejahterakan rakyat banyak. Ini adalah hal yang sulit, namun dapat dilaksanakan jika jiwa nasionalisme dari konsep tersebut dapat dikembangkan dan dipraktekkan dalam kehidupan nyata. Dasar dari konsep demokrasi ini pula yang kemudian mengilhami Soekarno dalam membentuk konsepsi demokrasi terpimpinnya untuk mempertahankan kekuasaan.

 

Copyright OnoSurono.Com © 2018. All Right Reserved
Design By C.M.C (Cuplik Media Center)