Senin, 25 Juni 2018
SUB BERITA
» PERIKANAN
» PERTANIAN
» POLITIK DAN HUKUM
» RAGAM
JAJAK PENDAPAT
Siapakah kader PDI Perjuangan yang pantas jadi bakal calon di Pilgub Jabar 2018?
   
Aang Hamid Suganda
Abdy Yuhana
Ono Surono ST
Rieke Diah Pitaloka
Sutrisno
TB Hasanudin
.:: Lihat Hasil ::.

BERITA TERBARU
Besarnya Perhatian Pada Nelayan, Bawa Ono Surono Sukses di Senayan
Last Update 20 Februari 2018
Ono Surono Sosialisasikan UU Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan
Last Update 28 Februari 2018
Gaduh Luhut-Susi, Ono Surono: Menenggelamkan Kapal Itu Harus Ada
Last Update 12 Januari 2018
Ono Surono Gelar Pengobatan Gratis
Last Update 14 Agustus 2017
Ono Surono Ikuti Panen Perdana Budidaya Lele Bioflok di Pondok Pesantren
Last Update 27 Desember 2017
Poktan Penerima UPPO Diminta Fokus Produksi Pupuk Organik
Last Update 25 Desember 2017
Ono Surono Adakan Kunjungan Kerja di Pemdes Gadel
Last Update 21 Juni 2017
Soal Status, Para POPT & PPL Indramayu Gantungkan Nasib ke DPR
Last Update 29 Mei 2017
Home » Berita » RAGAM » Detail
TKW Lumpuh Disiksa Majikan

Post By : Administrator
Last Update : 11 Mei 2013, 10:00

Indramayu - Pil pahit harus ditelan Rokiyah Binti Dulkarim (43), seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Mundu Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu yang mengadu nasib di Yordania.

Niat Rokiyah bekerja ke luar negeri untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik, berujung pada kelumpuhan setelah disiksa majikannya di Amman, Yordania. Bahkan hingga kini ia belum memperoleh hak-haknya berupa asuransi dan gaji selama mengadu nasib sebagai buruh migran.

Rokiyah mengalami kelumpuhan permanen akibat disiksa majikannya yang bernama Suhud dan Rima. Penyiksaan itu tidak hanya dari majikannya, bahkan seorang pegawai perwakilan agency di kota Amman Yordania pun turut melakukan penganiayaan. TKW malang itu masih merasakan betul sejumlah luka di sekujur tubuhnya, terutama di bagian tulang punggung dan kakinya.

“Tidak ada aktifitas lain yang dapat dilakukan istri saya (Rokiyah, red), kecuali hanya beraktiVitas di atas kursi roda,” ungkap Banaji, suami Rokiyah, akhir pekan kemarin.

Banaji mengaku sudah tidak bisa berbuat banyak untuk menyembuhkan istrinya itu. Keterbatasan ekonomi keluarga menjadi salah satu penyebabnya. Bahkan waktu yang dimiliki Banaji tersita untuk mengurusi istrinya tersebut. Sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk bekerja.

Rokiyah yang menjadi korban kekerasan majikannya, berharap agar seluruh hak-haknya dapat diterimanya. Baginya, hak tersebut sangat membantu untuk memulihkan kondisi kesehatan yang semakin hari semakin memburuk. Selain itu, juga untuk kehidupan sehari-hari keluarganya.

Rokiyah menceritakan kelumpuhan permanen yang dialaminya. Dirinya mengatakan jika kelumpuhannya disebabkan siksaan dari sang majikan dan perwakilan agency yang menempatkan dirinya di kota Amman.

Dirinya mengaku sempat disiksa oleh staf agency bernama Yusuf dengan cara dipukul, ditendang, dan kepalanya dibenturkan ke tembok hingga ia tidak sadarkan diri. Ia juga membeberkan siksaan yang diberikan oleh majikannya selama bekerja. Mulai dari membayar denda akibat piring yang dilemparkan oleh majikan, hingga siksaan yang diterimanya selama bekerja.

Ia akhirnya berupaya untuk mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari lantai dua tempat ia bekerja. Tindakan fatal inilah yang menyebabkan Rokiyah lumpuh permanen hingga saat ini.

Salah seorang pemerhati buruh migran Indramayu, Ono Surono akan membawa Rokiyah ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan penanganan medis. Tindakan itu diperlukan agar korban dapat kembali pulih dari penderitaan panjangnya.

“Saya kira perlu dilakukan tindakan segera agar korban memperoleh penanganan medis. Kita tentu tidak bisa membiarkan hal ini begitu saja tanpa ada aksi yang nyata,” tutur Ono Surono.

 

Sumber: Radar Cirebon

Copyright OnoSurono.Com © 2018. All Right Reserved
Design By C.M.C (Cuplik Media Center)