Selasa, 23 Oktober 2018
SUB BERITA
» PERIKANAN
» PERTANIAN
» POLITIK DAN HUKUM
» RAGAM
JAJAK PENDAPAT
Siapakah kader PDI Perjuangan yang pantas jadi bakal calon di Pilgub Jabar 2018?
   
Aang Hamid Suganda
Abdy Yuhana
Ono Surono ST
Rieke Diah Pitaloka
Sutrisno
TB Hasanudin
.:: Lihat Hasil ::.

BERITA TERBARU
Besarnya Perhatian Pada Nelayan, Bawa Ono Surono Sukses di Senayan
Last Update 20 Februari 2018
Ono Surono Sosialisasikan UU Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan
Last Update 28 Februari 2018
Gaduh Luhut-Susi, Ono Surono: Menenggelamkan Kapal Itu Harus Ada
Last Update 12 Januari 2018
Ono Surono Gelar Pengobatan Gratis
Last Update 14 Agustus 2017
Ono Surono Ikuti Panen Perdana Budidaya Lele Bioflok di Pondok Pesantren
Last Update 27 Desember 2017
Poktan Penerima UPPO Diminta Fokus Produksi Pupuk Organik
Last Update 25 Desember 2017
Ono Surono Adakan Kunjungan Kerja di Pemdes Gadel
Last Update 21 Juni 2017
Soal Status, Para POPT & PPL Indramayu Gantungkan Nasib ke DPR
Last Update 29 Mei 2017
Home » Berita » POLITIK DAN HUKUM » Detail
Netralitas PNS dan Birokrasi, Kunci Perubahan di Indramayu

Post By : Administrator
Last Update : 11 April 2013, 22:19

Indramayu - Seringnya upaya penekanan terhadap Birokrasi, PNS, dan perangkat Desa untuk kepentingan kekuasaan, dinilai sebagai penyebab utama terjadinya demokrasi yang mandul. Untuk itu, netralitas jajaran birokrasi menjadi kunci utama terciptanya perubahan di Indramayu.

Hal itu diungkapkan oleh beberapa tokoh masyarakat dan politisi dalam diskusi publik masalah perubahan konstelasi politik Indramayu 2014-2015, di Indramayu kemarin (18/3/13).

"Kami dukung adanya perubahan di Indramayu. Kuncinya ada di Pamong desa yang harus diubah, karena selama ini mereka lemah," ujar Ketua DPC PKB Indramayu, H Abbas Asyafah saat menyampaikan komentarnya.

Hal itu diperjelas oleh Ketua DPC Partai NasDem, Hj Naimah, ia memaparkan lemahnya birokrasi dan PNS di Indramayu akibat adanya tekanan dari penguasa yang mengancam dimutasi ke daerah terpencil seperti daerah Gantar (bagi PNS di Indramayu Timur) dan daerah Kerangkeng (bagi Birokrasi di wilayah Barat).

"PNS takut akan ancaman mutasi jika tidak nurut dengan intruksi dinasti saat ini," tegasnya di tempat yang sama.

Sementara Politisi Partai Hanura, H Dede Supriyatna menilai, karakter PNS dan birokrasi di Indramayu saat ini sudah kronis, sehingga susah untuk diubah. Apalagi, lanjutnya, ditambah dengan peran partai politik yang lemah. 

"PNS banyak yang melcaurkan diri sehingga susah untuk diberantas. Dan partai politik lemah ketika ada pelanggaran di lapangan. Saya sangat menyayangkan sekali. Untuk itu Saya sepakat harus ada perubahan di Indramayu," tandasnya.

Dalam diskusi tersebut disepakati harus adanya perubahan di Indramayu dengan menolak kembalinya Yance dan kroni-kroninya memimpin di Indramayu.

Sumber: www.cuplik.com

Copyright OnoSurono.Com © 2018. All Right Reserved
Design By C.M.C (Cuplik Media Center)