Minggu, 21 Januari 2018
SUB BERITA
» PERIKANAN
» PERTANIAN
» POLITIK DAN HUKUM
» RAGAM
JAJAK PENDAPAT
Siapakah kader PDI Perjuangan yang pantas jadi bakal calon di Pilgub Jabar 2018?
   
Aang Hamid Suganda
Abdy Yuhana
Ono Surono ST
Rieke Diah Pitaloka
Sutrisno
TB Hasanudin
.:: Lihat Hasil ::.

BERITA TERBARU
Gaduh Luhut-Susi, Ono Surono: Menenggelamkan Kapal Itu Harus Ada
Last Update 12 Januari 2018
Ono Surono Gelar Pengobatan Gratis
Last Update 14 Agustus 2017
Ono Surono Ikuti Panen Perdana Budidaya Lele Bioflok di Pondok Pesantren
Last Update 27 Desember 2017
Poktan Penerima UPPO Diminta Fokus Produksi Pupuk Organik
Last Update 25 Desember 2017
Ono Surono Adakan Kunjungan Kerja di Pemdes Gadel
Last Update 21 Juni 2017
Soal Status, Para POPT & PPL Indramayu Gantungkan Nasib ke DPR
Last Update 29 Mei 2017
Ancaman Kekeringan, Komisi IV DPR Sidak Sungai Hingga ke Rentang
Last Update 29 Mei 2017
OS: Banyak Lahan Pertanian di Indramayu Belum Dikelola
Last Update 7 Mei 2017
Home » Berita » POLITIK DAN HUKUM » Detail
Teten: Kebijakan Ekonomi Pemprov Jabar Tidak Pro Rakyat

Post By : Administrator
Last Update : 22 Januari 2013, 23:01

Sumedang - Calon wakil Gubernur Jawa Barat, Teten Masduki menegaskan, selain dunia pendidikan di Jawa Barat saat ini memang masih memprihatinkan, kebijakan ekonomi yang dilahirkan pemerintah Jawa Barat juga tidak pro rakyat.

"Dengan kondisi ini kita harus malu, kita harus berjuang bersama-sama untuk keluar dari persoalan ini. Dengan kondisi Jawa barat yang mempunyai potensi sangat luar biasa, dengan kerjasama kita semua, seharusnya persoalan ini terselesaikan," ujar Teten Masduki saat melakukan silaturahmi dengan relawan dan Kader PDI Perjuangan di Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang, Sabtu (19/1/13).

Cawagub pasangan Rieke Diah Pitaloka ini melakukan Dialog dengan para Relawan dan Kader PDI Perjuangan terutama soal ekonomi, pendidikan, dan korupsi.

Terkait soal ekonomi rakyat, Teten menilai hingga saat ini pemerintah Jawa Barat belum memperlihatkan keseriusan mengeluarkan kebijakan ekonomi yang pro rakyat.

"Pemikiran masyarakat sederhana, maju dan sejahtera itu adalah jalan di aspal, anak sekolah tidak susah, kalau sakit gampang dirawat, kalau mau usaha tidak susah modal," jelasnya.

Sementara, persoalan permodalan yang hingga kini membelit para pengusaha kecil menengah harusnya bisa diatasi dari tiga sumber permodalan yaitu APBD, Bank Jabar, dan Swasta.

"Saya yakin, bila serius, kita yakin bahwa usaha rakyat terutama usaha kecil masyarakat akan berkembang. Konsep pembangunan dalam ekonomi yang jelas dan bersinergi, masyarakat maju dan sejahtera akan terwujud," tegasnya.

Sementara, terkait korupsi, ia melihat bahwa di Jawa Barat harus benar-benar melakukan pengawasan secara ketat terhadap pemasukan dan larinya APBD. Pasalnya, lanjutnnya, saat ini banyak yang terpotong di tengah jalan, sehingga dengan makin banyaknya APBD masuk kantung sendiri akan menimbulkan masalah buat rakyat, bahkan mengorbankan rakyat juga.

"Padahal, APBD harus digunakan untuk kepentingan rakyat, dari rayat oleh rakyat untuk rakyat. Ini tidak boleh dibiarkan, kita harus benahi, dan bersihkan prilaku korup di daerah Jawa Barat," tegasnya.

Selain di Sumedang, Teten juga mengunjungi Kabupaten garut. Selain berdialog dengan warga di beberapa tempat, di kabupaten Garut, Teten Masduki mengunjungi Pesantren Cigalumpit yang diasuh oleh Kyai Haji Endang, yang berada di Kecamatan Selaawi, tempat ayahnya menimba ilmu agama.

Sumber: www.cuplik.com

Copyright OnoSurono.Com © 2018. All Right Reserved
Design By C.M.C (Cuplik Media Center)