Minggu, 21 Januari 2018
SUB BERITA
» PERIKANAN
» PERTANIAN
» POLITIK DAN HUKUM
» RAGAM
JAJAK PENDAPAT
Siapakah kader PDI Perjuangan yang pantas jadi bakal calon di Pilgub Jabar 2018?
   
Aang Hamid Suganda
Abdy Yuhana
Ono Surono ST
Rieke Diah Pitaloka
Sutrisno
TB Hasanudin
.:: Lihat Hasil ::.

BERITA TERBARU
Gaduh Luhut-Susi, Ono Surono: Menenggelamkan Kapal Itu Harus Ada
Last Update 12 Januari 2018
Ono Surono Gelar Pengobatan Gratis
Last Update 14 Agustus 2017
Ono Surono Ikuti Panen Perdana Budidaya Lele Bioflok di Pondok Pesantren
Last Update 27 Desember 2017
Poktan Penerima UPPO Diminta Fokus Produksi Pupuk Organik
Last Update 25 Desember 2017
Ono Surono Adakan Kunjungan Kerja di Pemdes Gadel
Last Update 21 Juni 2017
Soal Status, Para POPT & PPL Indramayu Gantungkan Nasib ke DPR
Last Update 29 Mei 2017
Ancaman Kekeringan, Komisi IV DPR Sidak Sungai Hingga ke Rentang
Last Update 29 Mei 2017
OS: Banyak Lahan Pertanian di Indramayu Belum Dikelola
Last Update 7 Mei 2017
Home » Berita » POLITIK DAN HUKUM » Detail
PDIP Cermati Pesaing Jokowi di Pemilu 2014

Post By : Administrator
Last Update : 26 Maret 2014, 14:27

JAKARTA - PDI Perjuangan mengaku tidak ingin menyombongkan diri terkait pencalonan Joko Widodo sebagai presiden. Jokowi diprediksi dapat melenggang dengan mudah menuju kursi presiden.

"Kita enggak boleh jumawa juga. Kita enggak boleh, dalam konsolidasi demokrasi," kata Wakil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Rabu (26/3/2014).

Hasto mengatakan pihaknya juga berhati-hati melihat situasi politik yang ada. Apalagi, ia menilai banyak calon potensial pesaing Jokowi. Tetapi Hasto enggan menyebutkan nama pesaing tersebut.

"Kita hati-hati, kita cermati engga boleh salah, dan kepancing emosi dan strategi, anggapan kotak kosong menyederhanakan demokrasi," tuturnya.

Sebelumnya, Pakar Psikologi Politik Hamdi Muluk mengatakan terdapa kubu Joko Widodo, Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Aburizal Bakrie (Ical) serta Wiranto-Hary Tanoesoedibjo (Win-HT).

"Ketua PAN Hatta Rajasa belum jelas, Suryadharma Ali mau ke Prabowo sedangkan PKB sudah ada calon tapi belum jelas," kata Hamdi dalam diskusi di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (24/3/2014).

Dari kubu tersebut menghasilkan pola relasi hubungan. Hamdi melihat Prabowo mulai melakukan serangan kepada Jokowi. Hal itu berdampak pada pola hubungan yang sulit untuk dilakukan koalisi.

"Prabowo-Jokowi minus, kecil kemungkinan mereka bekerjasama. Jokowi-Prabowo kubu negatif," tuturnya.

Selain itu kubu Jokowi juga sulit berkoalisi dengan kubu SBY. Hal itu dikarenakan adanya relasi negatif antara SBY dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Padahal Jokowi diusung calon presiden dari PDIP.

"Jadi kita kerucutkan lagi dua kubu (yang bersaing), Kubu Jokowi dan Kubu Prabowo," tuturnya.//tribunnews.com

Copyright OnoSurono.Com © 2018. All Right Reserved
Design By C.M.C (Cuplik Media Center)