Minggu, 21 Januari 2018
SUB BERITA
» PERIKANAN
» PERTANIAN
» POLITIK DAN HUKUM
» RAGAM
JAJAK PENDAPAT
Siapakah kader PDI Perjuangan yang pantas jadi bakal calon di Pilgub Jabar 2018?
   
Aang Hamid Suganda
Abdy Yuhana
Ono Surono ST
Rieke Diah Pitaloka
Sutrisno
TB Hasanudin
.:: Lihat Hasil ::.

BERITA TERBARU
Gaduh Luhut-Susi, Ono Surono: Menenggelamkan Kapal Itu Harus Ada
Last Update 12 Januari 2018
Ono Surono Gelar Pengobatan Gratis
Last Update 14 Agustus 2017
Ono Surono Ikuti Panen Perdana Budidaya Lele Bioflok di Pondok Pesantren
Last Update 27 Desember 2017
Poktan Penerima UPPO Diminta Fokus Produksi Pupuk Organik
Last Update 25 Desember 2017
Ono Surono Adakan Kunjungan Kerja di Pemdes Gadel
Last Update 21 Juni 2017
Soal Status, Para POPT & PPL Indramayu Gantungkan Nasib ke DPR
Last Update 29 Mei 2017
Ancaman Kekeringan, Komisi IV DPR Sidak Sungai Hingga ke Rentang
Last Update 29 Mei 2017
OS: Banyak Lahan Pertanian di Indramayu Belum Dikelola
Last Update 7 Mei 2017
Home » Berita » POLITIK DAN HUKUM » Detail
PDI Perjuangan Terus Ingatkan Intelijen Jaga Netralitas

Post By : Administrator
Last Update : 6 Februari 2014, 21:24

JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tak surut melantangkan agar intelijen menjaga netralitasnya dalam Pemilu 2014. Netralitas intelijen penting untuk menciptakan pemilu yang berjalan demokratis, jujur dan adil.

Demikian disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, dalam acara Konsolidasi Nasional Menyongsong Pemilu 2014 yang dihadiri seluruh jajaran KPU se-Indonesia bertempat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (4/2/2014) malam.

"Kami warning terus menerus. Kalau anda ikuti pernyataan Bu Mega kepada pengurus partai, terus kasih peringatan: KPU-nya netral, hebat. Bawaslunya sudah bagus. IT-nya harus benar-benar transparan. Intel negara harus benar-benar netral," ujar Tjahjo.

Tjahjo bercerita jangan sampai intelijen berpihak pada kepentingan politik tertentu. PDI Perjuangan sudah merasakan bagaimana intelijen terus memata-matai pergerakan Megawati, ketua umum partai berlambang banteng gemuk ini.

Tjahjo bercerita, rumah Megawati pernah dimasuki intelijen, pura-pura mau numpang buang air kecil. Lalu dilepaskan oleh pengamanan dalam rumah Megawati. Isteri almarhum Taufiq Kiemas juga pernah disusupi dua orang intel, dalam rangkaian mobilnya.

"Sampai nekat turun dari pesawat terbang, distop di jalan. Itu ketua umum kami, Presiden ke-5 RI saja bisa disusupi. Apalagi parpol yang lain. Makanya, kalau kita ingin pemilu demokratis, salah satu syaratnya ya itu saja (intelijen harus netral, red)," tukasnya.

Tjahjo menjelaskan, pada dasarnya PDI Perjuangan tidak ingin mempermasalahkan motif intelijen menyusup ke partainya. "Pasti orang sudah menyusup di lambang partai kami, pimpinan kami, itu pasti punya niat yang enggak bagus," imbuhnya.

 

Tribun News

Copyright OnoSurono.Com © 2018. All Right Reserved
Design By C.M.C (Cuplik Media Center)