Senin, 25 Juni 2018
SUB BERITA
» PERIKANAN
» PERTANIAN
» POLITIK DAN HUKUM
» RAGAM
JAJAK PENDAPAT
Siapakah kader PDI Perjuangan yang pantas jadi bakal calon di Pilgub Jabar 2018?
   
Aang Hamid Suganda
Abdy Yuhana
Ono Surono ST
Rieke Diah Pitaloka
Sutrisno
TB Hasanudin
.:: Lihat Hasil ::.

BERITA TERBARU
Besarnya Perhatian Pada Nelayan, Bawa Ono Surono Sukses di Senayan
Last Update 20 Februari 2018
Ono Surono Sosialisasikan UU Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan
Last Update 28 Februari 2018
Gaduh Luhut-Susi, Ono Surono: Menenggelamkan Kapal Itu Harus Ada
Last Update 12 Januari 2018
Ono Surono Gelar Pengobatan Gratis
Last Update 14 Agustus 2017
Ono Surono Ikuti Panen Perdana Budidaya Lele Bioflok di Pondok Pesantren
Last Update 27 Desember 2017
Poktan Penerima UPPO Diminta Fokus Produksi Pupuk Organik
Last Update 25 Desember 2017
Ono Surono Adakan Kunjungan Kerja di Pemdes Gadel
Last Update 21 Juni 2017
Soal Status, Para POPT & PPL Indramayu Gantungkan Nasib ke DPR
Last Update 29 Mei 2017
Home » Berita » POLITIK DAN HUKUM » Detail
Sunjaya-Tasiya Ditetapkan Jadi Bupati dan Wakil Bupati Cirebon Terpilih

Post By : Administrator
Last Update : 4 Januari 2014, 19:39

SUMBER, - Pasangan Sunjaya Purwadi - Tasiya Soemadi Algotas (Jago-Jadi) ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cirebon sebagai Bupati dan Wakil Bupati Cirebon terpilih dalam Sidang Pleno Rekapitulasi Suara Pemilihan Bupati Cirebon Putaran Kedua di Asrama Haji Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (4/1/2014).

Pasangan Jago-Jadi unggul dengan perolehan 403.933 suara (53,43 persen) atas saingannya pasangan Sri Heviyana-Rakhmat (Hebat) yang hanya meraih 352.056 suara (46,57 persen).

Dalam pleno tersebut juga terungkap bahwa suara tidak sah dalam Pilbup Cirebon putaran kedua berjumlah 32.511, sehingga total suara sah dan tidak sah mencapai 788.500 suara.

Dengan daftar pemilih tetap yang berjumlah 1,69 juta, maka tingkat partisipasi pemilih Pilbup Cirebon hanya mencapai 46,66 persen. Artinya ada sekitar 53,34 persen warga yang memiliki hak pilih, tidak menggunakan hak suaranya alias golput. Angka Golput itu hampir mendekati persentase raihan suara Jago-Jadi.

Meski sempat dikhawatirkan tingkat kerawanannya, sidang pleno KPU tersebut berjalan sangat lancar dan tertib. Hal itu tak lepas dari ketatnya penjagaan yang dilakukan aparat gabungan Polri, TNI, dan beberapa instansi terkait lain. Selain itu, masing-masing kubu pasangan calon juga memenuhi imbauan untuk tidak mengerahkan massa ke lokasi pleno.

Sementara itu di ruang sidang, hanya calon bupati Sunjaya Purwadi yang terlihat mengikuti jalannya penghitungan suara. Sementara pasangan Sunjaya, Tasiya Soemadi Algotas tidak hadir dalam dalam sidang tersebut. Begitu juga dengan calon calon bupati Sri Heviyana dan pasangannya Rakhmat, tidak terlihat di dalam ruang sidang.

Seusai sidang, saksi dari masing-masing pasangan calon tidak menyampaikan sedikitpun keberatan. Mereka langsung menerima hasil penghitungan, karena sudah sesuai dengan formulir C1 sampai DA yang memang salinannya sudah mereka pegang sejak penghitungan di tingkat TPS sampai PPK. “Ini menunjukan para calon juga melihat bahwa KPU tidak mungkin bisa merekayasa hasil penghitungan,” kata Ketua KPU Kabupaten Cirebon Iding Wahidin.

Mustofa yang saat ini juga menjabat sebagai Plt Ketua DPRD Kabupaten Cirebon juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam Pilbup Cirebon putaran kedua, meskipun jumlahnya terbilang sangat rendah. Ia menilai, kemenangan Jago-jadi sebagai kemenangan rakyat, karena PDIP hanya berkoalisi dengan rakyat ketika saingannya membentuk koalisi partai politik besar.(prlm/adm)

Copyright OnoSurono.Com © 2018. All Right Reserved
Design By C.M.C (Cuplik Media Center)