Senin, 25 Juni 2018
SUB BERITA
» PERIKANAN
» PERTANIAN
» POLITIK DAN HUKUM
» RAGAM
JAJAK PENDAPAT
Siapakah kader PDI Perjuangan yang pantas jadi bakal calon di Pilgub Jabar 2018?
   
Aang Hamid Suganda
Abdy Yuhana
Ono Surono ST
Rieke Diah Pitaloka
Sutrisno
TB Hasanudin
.:: Lihat Hasil ::.

BERITA TERBARU
Besarnya Perhatian Pada Nelayan, Bawa Ono Surono Sukses di Senayan
Last Update 20 Februari 2018
Ono Surono Sosialisasikan UU Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan
Last Update 28 Februari 2018
Gaduh Luhut-Susi, Ono Surono: Menenggelamkan Kapal Itu Harus Ada
Last Update 12 Januari 2018
Ono Surono Gelar Pengobatan Gratis
Last Update 14 Agustus 2017
Ono Surono Ikuti Panen Perdana Budidaya Lele Bioflok di Pondok Pesantren
Last Update 27 Desember 2017
Poktan Penerima UPPO Diminta Fokus Produksi Pupuk Organik
Last Update 25 Desember 2017
Ono Surono Adakan Kunjungan Kerja di Pemdes Gadel
Last Update 21 Juni 2017
Soal Status, Para POPT & PPL Indramayu Gantungkan Nasib ke DPR
Last Update 29 Mei 2017
Home » Berita » PERTANIAN » Detail
Panen Perdana Bibit MSP, Terobosan Baru PDIP Untuk Petani

Post By : Administrator
Last Update : 23 April 2013, 12:34

Cirebon - Program Mari Sejahterakan Petani (MSP) PDI Perjuangan dengan mengenalkan varietas bibit baru MSP terus meluas. Panen perdana di Cirebon membuktikan program ini makin dimintai oleh masyarakat Indonesia.

Panen perdana bibit MSP tersebut dilaksanakan di desa Luwung Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kemarin (21/4). Dihadiri oleh Pembina bibit MSP, Ono Surono; Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, Ali Effendi; Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon; Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Bejo Kasiono; dan beberapa tokoh lainnya.

"Iya, panen kemarin membuktikan bahwa program MSP ini untuk menciptakan kedaulatan pangan di Indonesia. PDIP khawatir tiap tahun tidak ada peningkatan petani, apalagi ditambah kebijakan pemerintah yang setiap tahun selalu mengaimpor beras dari negara tetangga," ujar Pembina bibit MSP, Ono Surono, Selasa (23/4/13).

Ia memaparkan, program yang diusulkan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ini, sebagai terobosan baru mengingat banyaknya alih fungsi lahan pertanian. Sehingga kedaulatan pangan akan tercipta dan bisa melepaskan ketergantungan dari pihak asing.

Bibit MSP ini, lanjutnya, selain umur tanam yang cepat juga dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih banyak dibanding bibit pada umumnya, pasalnya sejak penebaran benih sampai pada penggunakan pupuk akan lebih cepat dan irit, sehingga modal produksi petani kecil dan kesuburan tanah akan terjaga. Selain itu, bibit ini juga tahan dengan segala cuaca dan mampu beradaptasi dengan kondisi lahan di manapun.

"Untuk satu hektare hanya butuh 8 kg bibit MSP. Tidak membutuhkan banyak pupuk, perhektare hanya 3,5 kwintal pupuk kimia. Untuk persemaian hanya 15 hari dan bisa dipanen setelah 90 hari setelah tanam," jelas Ono yang dicalonkan di DPR RI pada Pemilu 2014 itu.

Dengan proses penanaman seperti itu, katanya, petani setidaknya akan meningkatkan produktivitas sekitar 20 persen. "di Garut kita punya catatan rekor, bibit MSP ini mampu menghasilkan 14 ton per hektare," paparnya.

Sementara, menurut Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Pternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, Ali Effendi mengatakan, pihaknya mendukung penuh dengan adanya program MSP ini. Pasalnya, selain untuk mensejahterakan petani juga sebagai upaya untuk melepaskan diri dari ketergantungan impor beras.

"Padi MSP ini diakui produktivitasnya cukup tinggi, selain umurnya pendek juga tahan terhadap penyakit," katanya saat menghadiri panen kemarin.

Sumber: cuplik.com

Copyright OnoSurono.Com © 2018. All Right Reserved
Design By C.M.C (Cuplik Media Center)