Rabu, 15 Agustus 2018
SUB BERITA
» PERIKANAN
» PERTANIAN
» POLITIK DAN HUKUM
» RAGAM
JAJAK PENDAPAT
Siapakah kader PDI Perjuangan yang pantas jadi bakal calon di Pilgub Jabar 2018?
   
Aang Hamid Suganda
Abdy Yuhana
Ono Surono ST
Rieke Diah Pitaloka
Sutrisno
TB Hasanudin
.:: Lihat Hasil ::.

BERITA TERBARU
Besarnya Perhatian Pada Nelayan, Bawa Ono Surono Sukses di Senayan
Last Update 20 Februari 2018
Ono Surono Sosialisasikan UU Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan
Last Update 28 Februari 2018
Gaduh Luhut-Susi, Ono Surono: Menenggelamkan Kapal Itu Harus Ada
Last Update 12 Januari 2018
Ono Surono Gelar Pengobatan Gratis
Last Update 14 Agustus 2017
Ono Surono Ikuti Panen Perdana Budidaya Lele Bioflok di Pondok Pesantren
Last Update 27 Desember 2017
Poktan Penerima UPPO Diminta Fokus Produksi Pupuk Organik
Last Update 25 Desember 2017
Ono Surono Adakan Kunjungan Kerja di Pemdes Gadel
Last Update 21 Juni 2017
Soal Status, Para POPT & PPL Indramayu Gantungkan Nasib ke DPR
Last Update 29 Mei 2017
Home » Berita » PERTANIAN » Detail
Penemu Bibit MSP Serukan Petani Tolak Bibit Asing

Post By : Administrator
Last Update : 2 Januari 2013, 22:44

Indramayu - Penemu bibit padi MSP (Mari Sejahterakan Petani), Ir. Surono Danu mendatangi Kota Mangga. Ia mengajak para petani untuk menolak bibit asing agar terwujudnya kedaulatan pangan di Indonesia.

"Target saya petani harus melakukan penolakan terhadap bibit-bibit asing yang itu belum tentu baik atau sehat untuk dimakan oleh masyarakat Indonesia," ujar Surono Danu saat mendatangi markas bibit MSP untuk wilayah Indramayu di Yayasan Minasumitra, Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (15/12/12).

Pria yang lahir di Cirebon pada 11 September 1951 ini telah berhasil menemukan 68 bibit jenis padi MSP. Sejak 1983 Surono Danu berani keluar dari PNS di Jakarta untuk meneliti masalah pertanian, dan hingga kini Ia tinggal di Desa Nambah Dadi, Kecamatan Terbangi Besar, Lampung Tengah, Sumatera Utara untuk terus mensosialisaikan penemuannya ke para petani.

Uniknya, Pria yang sudah beruban ini tinggal di rumah sederhana dan ke mana-mana selalu menggunakan motor bututnyaa termasuk saat mengunjungi Kota Mangga Indramayu.

Ia menjelaskan penemuannya merupakan karya dirinya yang tanpa pamrih dan untuk diberikan kepada bangsa, sehingga beberapa kali ditawarkan untuk dibeli hak ciptanya oleh asing seperti Malaysia, Ia menolak dengan tegas meski dibayar dengan milyaran rupiah.

"Saya berikan untuk bangsa ini. Agar kedaulatan pangan di Indonesia terwujud," jelasnya.

Bibit padi MSP ini diketahui mempunyai keunggulan di banding bibit asing bahkan bibit padi hibrida. "MSP yang nomor 1 sampai 18 berumur 105-110 hari dari tebar," terang Surono.

Sementara, menurut Pembina Penyebaran Bibit Padi MSP Jawa Barat, Ono Surono mengatakan, kehadiran sang penemu MSP yang sering meninjau di daerah-daerah seluruh Indonesia, diharapkan mampu memberikan semangat kepada para petani untuk terus meningkatkan produktivitasnya.

"Dengan penemu padi dan Tanaman Pangan MSP yang sering turun ke bawah (petani)  dapat meningkatkan semangat para petani dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya dan mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia serta mengetahui segala problem petani terkait tanaman pangan sekaligus mendapatkan solusinya," jelas Ono pada saat yang sama.[am/alg].

Sumber: www.cuplik.com

Copyright OnoSurono.Com © 2018. All Right Reserved
Design By C.M.C (Cuplik Media Center)