Minggu, 18 November 2018
SUB BERITA
» PERIKANAN
» PERTANIAN
» POLITIK DAN HUKUM
» RAGAM
JAJAK PENDAPAT
Siapakah kader PDI Perjuangan yang pantas jadi bakal calon di Pilgub Jabar 2018?
   
Aang Hamid Suganda
Abdy Yuhana
Ono Surono ST
Rieke Diah Pitaloka
Sutrisno
TB Hasanudin
.:: Lihat Hasil ::.

BERITA TERBARU
Besarnya Perhatian Pada Nelayan, Bawa Ono Surono Sukses di Senayan
Last Update 20 Februari 2018
Ono Surono Sosialisasikan UU Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan
Last Update 28 Februari 2018
Gaduh Luhut-Susi, Ono Surono: Menenggelamkan Kapal Itu Harus Ada
Last Update 12 Januari 2018
Ono Surono Gelar Pengobatan Gratis
Last Update 14 Agustus 2017
Ono Surono Ikuti Panen Perdana Budidaya Lele Bioflok di Pondok Pesantren
Last Update 27 Desember 2017
Poktan Penerima UPPO Diminta Fokus Produksi Pupuk Organik
Last Update 25 Desember 2017
Ono Surono Adakan Kunjungan Kerja di Pemdes Gadel
Last Update 21 Juni 2017
Soal Status, Para POPT & PPL Indramayu Gantungkan Nasib ke DPR
Last Update 29 Mei 2017
Home » Berita » PERTANIAN » Detail
Poktan Penerima UPPO Diminta Fokus Produksi Pupuk Organik

Post By : Administrator
Last Update : 25 Desember 2017, 13:36

Indramayu - Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono mengunjungi beberapa Kelompok Tani (Poktan) penerima program Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) di kabupaten Indramayu Jawa Barat. Ono Surono menghimbau agar program tersebut harus fokus pada produksi dan penyebaran untuk menggunakan pupuk organik, bukan fokus pada ternak Sapi semata.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka agenda reses anggota komisi IV DPR RI, Ono Surono di wilayah Dapilnya di Kabupaten Indramayu, diantaranya di desa Jengkok kec Kertasemaya, desa Arahan Lor kecamatan Arahan, desa Lamarantarung kecamatan Cantigi, desa Kedungwungu kecamatan Krangkeng, desa Juntinyuat kecamatan Juntinyuat, desa Tegalsembadra kecamatan Balongan, desa Pegagan kecamatan Losarang, dan desa Karanganyar kecamatan Kandanghaur, dan desa Karanglayung kecamatan Sukra.

"Para kelompok tani yang memerima Program UPPO ini diharapkan fokus pada produksi pupuk organik dari kotoran Sapi, baik padat maupun cair, jangan sampai hanya fokus pada daging Sapinya saja," ujar Ono Surono usai melakukan kunjungan di Kandanghaur, Senin (25/12/2017).

Ono menjelaskan, program UPPO diberikan semata-mata sebagai tahapan menuju suksesnya kedaulatan pangan nasional yang memanfaatkan pupuk organik, sehingga petani dapat meminimalisir biaya produksi di sektor pertanian. 

Lebih lanjut, Ono menegaskan, pupuk organik memang tak mudah diterima langsung secara total, namun bisa bertahap sesuai dengan kebiasaan petani dalam pengelolaannya, serta melihat kondisi tanah.

"Untuk pengelolaan secara organik murni seratus persen memang perlu tahapan, paling tidak bisa dilakukan secara semi organik," jelasnya.

Ono menambahkan, pengelolaan lahan pertanian secara organik atau semu organik, tidak akan mengurangi hasil produksi dan kualitas padi, tentunya dengan ilmu dan cara-cara tertentu yang sudah teruji.

"Para petani nanti bisa saling tukar pengalaman dan tukar pengetahuan bagaimana membuat pupuk organik, dan bagaimana cara menggunakannya. Semoga ke depan petani khususnya di Indramayu bisa lebih maju," katanya.

Salah satu ketua kelompok tani dari desa Pegagan, Ruslan mengungkapkan, dalam program UPPO ini kelompoknya diminta juga untuk melakukan swadaya, sehingga meski dari pemerintah sudah dianggarkan, tapi syaratnya harus ada swadaya untuk menambah kekurangannya. 

"Iya kami urunan untuk membangun UPPO ini, karena memang syaratnya begitu, tapi kami siap dan sangat berterimakasih kepada pemerintah melalui pak Ono yang sudah mempercayakan kepada kami, insyaallah kami akan kembangkan secara maksimal," tandasnya.

 

Sumber : Cuplik.com

Copyright OnoSurono.Com © 2018. All Right Reserved
Design By C.M.C (Cuplik Media Center)