Rabu, 15 Agustus 2018
SUB BERITA
» PERIKANAN
» PERTANIAN
» POLITIK DAN HUKUM
» RAGAM
JAJAK PENDAPAT
Siapakah kader PDI Perjuangan yang pantas jadi bakal calon di Pilgub Jabar 2018?
   
Aang Hamid Suganda
Abdy Yuhana
Ono Surono ST
Rieke Diah Pitaloka
Sutrisno
TB Hasanudin
.:: Lihat Hasil ::.

BERITA TERBARU
Besarnya Perhatian Pada Nelayan, Bawa Ono Surono Sukses di Senayan
Last Update 20 Februari 2018
Ono Surono Sosialisasikan UU Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan
Last Update 28 Februari 2018
Gaduh Luhut-Susi, Ono Surono: Menenggelamkan Kapal Itu Harus Ada
Last Update 12 Januari 2018
Ono Surono Gelar Pengobatan Gratis
Last Update 14 Agustus 2017
Ono Surono Ikuti Panen Perdana Budidaya Lele Bioflok di Pondok Pesantren
Last Update 27 Desember 2017
Poktan Penerima UPPO Diminta Fokus Produksi Pupuk Organik
Last Update 25 Desember 2017
Ono Surono Adakan Kunjungan Kerja di Pemdes Gadel
Last Update 21 Juni 2017
Soal Status, Para POPT & PPL Indramayu Gantungkan Nasib ke DPR
Last Update 29 Mei 2017
Home » Berita » PERTANIAN » Detail
Soal Status, Para POPT & PPL Indramayu Gantungkan Nasib ke DPR

Post By : Administrator
Last Update : 29 Mei 2017, 17:01

Cuplik.Com - Indramayu - Para petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) kabupaten Indramayu Jawa Barat, menggantungkan nasibnya kepada anggota komisi IV DPR, Ono Surono, terkait statusnya ke depan. Pihaknya meminta untuk diperjuangkan agar mempunyai masa depan yang jelas, yakni menjadi pegawai negeri sipil.

Hal itu diungkapkan dalam kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Terkait Komisi IV anggota DPR Komisi IV, Ono Surono di Kantor Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Losarang di Desa Jangga Losarang Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (1/5/17).

Salah satu petugas POPT dari kecamatan Lohbener, Indah mengeluhkan, pihaknya sepertinya terdapat prioritas yang membuat perbedaan antar tenaga honorer, padahal POPT atau PPL dibentuk bersama-sama, yang membuat kecewa bagi Indah dan tenaga honorer lainnya adalah, Permenpan ternyata hanya berlaku untuk penyuluh pertanian saja, meskipun POPT sudah pernah melakukan MoU dengan Gubernur Jawa Barat, namun dalam kenyataan tetap saja hal itu terbentur di Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

"Saya pribadi dan seluruh rekan tenaga honorer di sini sangat berharap Bapak Ono Surono tidak berhenti untuk memperjuangkan nasib kami", tutur Indah.

Lain halnya menurut Dadat Mashudi tenaga honorer PPL, ia tidak mempermasalahkan masalah Permenpan, namun tetap saja ia banyak berharap di usianya yang saat ini telah mencapai 33 tahun, dengan adanya pembatasan penerimaan pegawai negeri hanya sampai batasan usia 35 tahun, maka harapan untuk segera menjadi pegawai negeri bagi dirinya dan rekan-rekannya lekas menjadi skala prioritas bagi pemerintah.

"Dengan pembatasan usia itu tentu saja membuat tenaga honorer PPL seperti saya merasa sedikit frustrasi, tidak memungkiri kemungkinan menjadi PNS adalah harapan terakhir bagi kami dan rekan-rekan, dan apabila dalam dua tahun ini tidak terealisasi, maka tertutup sudah harapan saya untuk diangkat menjadi PNS", jelas Dadat Mashudi.

Sementara, Ono Surono dalam kesempatannya menuturkan, menurutnya segala aspirasi tenaga honorer POPT/PPL ini akan menjadi agenda skala prioritas di Parlemen untuk segera dikomunikasikan dengan jajaran kementerian terkait.

"Konteks ini adalah konteks perjuangan bersama-sama, menteri harus tahu permasalahan ini dan saya akan mengutarakan hal ini kepada menteri dalam Raker di parlemen, para tenaga honorer sudah memberikan yang terbaik di bidangnya, dan tentu saja ketika terealisasi diangkat menjadi PNS, ini akan menjadi semangat baru bagi mereka untuk lebih mendedikasikan profesionalisme kinerjanya untuk negara", tutup Ono.

Sumber: cuplik.com

Copyright OnoSurono.Com © 2018. All Right Reserved
Design By C.M.C (Cuplik Media Center)