Sabtu, 16 Desember 2017
SUB BERITA
» PERIKANAN
» PERTANIAN
» POLITIK DAN HUKUM
» RAGAM
JAJAK PENDAPAT
Siapakah kader PDI Perjuangan yang pantas jadi bakal calon di Pilgub Jabar 2018?
   
Aang Hamid Suganda
Abdy Yuhana
Ono Surono ST
Rieke Diah Pitaloka
Sutrisno
TB Hasanudin
.:: Lihat Hasil ::.

BERITA TERBARU
Ono Surono Adakan Kunjungan Kerja di Pemdes Gadel
Last Update 21 Juni 2017
Soal Status, Para POPT & PPL Indramayu Gantungkan Nasib ke DPR
Last Update 29 Mei 2017
Ancaman Kekeringan, Komisi IV DPR Sidak Sungai Hingga ke Rentang
Last Update 29 Mei 2017
OS: Banyak Lahan Pertanian di Indramayu Belum Dikelola
Last Update 7 Mei 2017
Ono Surono, Nelayan Harus Berdikari
Last Update 7 Mei 2017
Ketua MPN, Ono Surono: Soal Cantrang, Presiden Harus Perintahkan Kementerian Lain!
Last Update 10 Mei 2017
Akhirnya Cantrang atau Dogol Diberlakukan untuk Semua Daerah
Last Update 4 Mei 2017
Solusi Cantrang, Pemerintah Tunda Pelaksanaan untuk Semua Daerah
Last Update 4 Mei 2017
Home » Berita » PERTANIAN » Detail
Ancaman Kekeringan, Komisi IV DPR Sidak Sungai Hingga ke Rentang

Post By : Administrator
Last Update : 29 Mei 2017, 16:43

Indramayu - Anggota DPR Komisi IV Ono Surono melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di sepanjang sungai di wilayah Indramayu sampai ke sungai Rentang di Majalengka, hal itu dilakukan karena adanya prediksi ancaman kekeringan yang mengakibatkan sekitar 86 ribu hektar sawah terancam gagal panen. Minggu (28/5/17).

Ono didampingi tokoh pertanian Carkaya dan beberapa perwakilan kelompok tani mendatangi beberapa wilayah yang sudah terkena dampak kekeringan seperti di kecamatan Kandanghaur, Losarang, Lelea dan Cikedung. (baca: Sawah 86.000 Hektar Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan)

Saat melakukan penyisiran sungai Cipanas dari hulu ke hilir, dari kecamatan Losarang hingga Bendungan Rentang yang terletak di Majalengka, Suryadi Carkaya dalam dialognya dengan Ono Surono mengatakan, bahwa areal pesawahan yang meliputi beberapa kecamatan yang dilewati sungai Cipanas rentan mengalami kegagalan panen karena krisis air.

Menurut petugas pintu air Bendungan Rentang, Yoyo mengungkapkan, sebenarnya bukan masalah kekurangan air, hanya saja Bendungan Rentang yang dibangun pada tahun 1982 ini, mempunyai fungsi mengairi areal pertanian di tiga wilayah kabupaten sekaligus dengan cara bergantian.

"Sementara ini Bendungan Rentang hanya mendapat suplai air dari Jatigede selama 12 jam dengan sistem buka tutup, dan kapasitas maksimal adalah 100 kubik air untuk mengairi 3 wilayah kabupaten, dan dibagi-bagi secara bergiliran", jelas Yoyo saat ditemui di Kantor Bendungan Rentang.

Saat bersamaan, Ono menuturkan bahwa yang dilakukan hari ini adalah tindaklanjut hasil komunikasinya dengan kementerian terkait selama beberapa minggu sebelumnya.

"Saya sudah menghubungi Dirjen terkait masalah ini, dan mereka sudah menerjunkan tim, saya kemari hanya ingin memastikan bahwa mereka terjun ke lapangan dan segera dapat mengatasi permasalahannya khususnya permasalahan pertanian di Kabupaten Indramayu, mengingat program kedaulatan pangan adalah salah satu program prioritas dari pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Indramayu sebenarnya sangat berpotensi menjadi daerah lumbung padi nasional," papar Ono.

Ketika di konfirmasi apa target Ono dalam sidaknya kali ini, Ono menuturkan bahwa setidaknya terdapat penambahan suplai air, apabila selama ini daerah Indramayu hanya diberi kuota dua hari pengiriman air, karena Indramayu mempunyai lahan yang paling luas dibanding daerah lain, maka dalam skala prioritas kuota air ditambah menjadi empat atau lima hari.

"Jarak dari Bendungan Rentang ke Indramayu sangat jauh, apabila hanya diberi jatah air selama dua hari pengiriman, maka air belum sampai di dua kecamatan lainnya seperti Losarang dan Kandanghaur, hanya sampai Lelea dan itupun belum maksimal, saya masih intens berkomunikasi dengan Dirjen, dan saya ingin memastikan bahwa masalah ini dapat segera diatasi", tutup Ono.

Sumber: cuplik.com

Copyright OnoSurono.Com © 2017. All Right Reserved
Design By C.M.C (Cuplik Media Center)